Memilih Celana Dalam yang Tepat Juga Bikin Kamu Sehat. Kok Bisa?

Saat memilih celana dalam, banyak kaum hawa yang hanya mempertimbangkan tentang ukuran dan model saja. Itu tidak sepenuhnya keliru, namun ada juga faktor lain yang perlu kamu pikirkan karena jika kamu memiliki celana dalam yang tepat, itu juga bisa menunjang kesehatanmu. Biar tidak salah pilih, kamu bisa simak tips memilih celana dalam berikut ini.

Hindari model thong ketika sedang berolahraga

Banyak ahli kesehatan yang menyarankan kamu untuk menghindari model thong atau bertali sesering mungkin, terutama ketika sedang berolahraga. Model thong biasanya cukup ketat dan cenderung mudah bergerak naik-turun ketika kamu sedang berolahrga. Hal demikian seperti yang diungkapkan oleh Dr. David Bank.

Bahwa, semua ini bisa memicu gesekan dan panas yang pada akhirnya menyebabkan UTIs atau urinary track infection dan juga infeksi bakteri pada bagian vagina, terlepas dari bahan yang digunakan. Ketika berolahraga, memilih celana dalam dengan teknologi pelembap akan bekerja dengan sangat baik untuk membantu mencegah infeksi jamur.

Lebih baik menghindari memakai thong secara umum

Cobalah untuk bertahan dengan model brief dan boyshort tiap hari, dan bukannya model thong. Kenapa? Karena model thong dapat menyebabkan bakteri menyebar, di mana ini bisa menyebabkan infeksi saluran kemih dan infeksi vagina. Dr. Iris Orbuch pernah menulis untuk Cosmopolitan bahwa bakteri umum dalam tinja, salah satunya E. Coli dapat ditularkan ke vagina melalui thong.

Jika bakteri ini naik ke rahim, kamu bisa terkena radang panggul, atau bahkan jika masuk ke dalam organ kandung kemih, kamu bisa terkena infeksi kandung kemih. Namun jika kamu suka memakai thong, paling tidak kamu memilih item dengan bahan katun untuk menghindari semua masalah kesehatan tersebut.

Berusahalah untuk memilih celana dalam berbahan katun

Ketika berbicara tentang bahan celana dalam yang akan digunakan tiap hari, katun adalah pilihan paling tepat. Serat alam ini cocok dikenakan kapan saja dan bisa membuat kamu merasa nyaman. Di sini, bahan katun dapat mengeringkan kelembapan pada kulit, serta menghambat pertumbuhan jamur sehingga memilih celana dalam dengan bahan katun adalah pilihan yang bijak.

Hal demikian seperti yang ditulis oleh Jan Sheehan yang dipublikasikan untuk Everyday Health. Kamu juga direkomendasikan menghindari bahan sintetis seperti nilon dan lycra, karena kedua bahan tersebut dapat memerangkap kelembapan dan panas, yang bisa menjadi tempat berkembangbiak untuk jamur. Jika memungkinkan, cobalah setidaknya untuk mengenakan celana dalam yang memiliki lapisan katun pada bagian dalam.

Jika kamu berolahraga dengan mengenakan celana dalam katun, pastikan untuk segera menggantinya setelah selesai olahraga. Celana dalam katun memang bisa mencegah infeksi jamur, tetapi jika pada kondisi berkeringat, bahan yang mengering dengan lambat dapat meningkatkan risiko kamu terkena infeksi jamur. Untuk mengurangi risiko itulah kamu dianjurkan segera mengganti celana dalam setelah berolahraga.

Kemudahan Pada Shapewear yang Perlu Diwaspadai

Banyak orang yang suka memekai spanx untuk aktivitas sehari-hari. Namun jika kamu sering memakainya, itu bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang serius. Hal yang sama juga berlaku untuk celana spandek dan skin-hugging jeans. Agar tidak menimbulkan masalah kesehatan, kamu pun dianjurkan untuk lebih bijaksana saat memilih celana dalam.

Menurut Dr. Orly Avitzur, terlalu sering menganakan shapewear dan pakaian dalam yang ketat lain bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Alih-alih, cobalah untuk memakai item tersebut paling banyak hanya 2x dalam seminggu dan ketika mengenakannya, pastikan untuk memakai pakaian dalam berbahan katun dibawahnya.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *